Tembaga benar-benar langka, bukan sekadar spekulasi. Backwardation di LME capai level tertinggi sejak 2021
Tembaga naik 12,5% sejak awal tahun, harganya hampir menyentuh level tertinggi sepanjang masa, dan ini bukan sekadar rumor dongkrak harga. Indeks backwardation di LME meroket ke posisi tertinggi sejak 2021, artinya orang-orang sangat butuh tembaga...

Tembaga naik 12,5% sejak awal tahun, harganya hampir menyentuh level tertinggi sepanjang masa, dan ini bukan sekadar rumor dongkrak harga. Indeks backwardation di LME meroket ke posisi tertinggi sejak 2021, artinya orang-orang butuh tembaga sekarang juga, bukan menunggu masa depan. Barang ini cukup langka sampai-sampai orang rela bayar lebih mahal ketimbang harga futures.
Penyebabnya berasal dari dua hal. Pertama, kekhawatiran soal tarif impor AS yang memicu arus masuk besar-besaran tembaga ke AS sebelum keputusan tarif diketok. Kedua, permintaan nyata dari kabel dan infrastruktur. AI Pusat data (data center) yang menjadikan tembaga sebagai bahan baku utama. BlackRock blak-blakan bilang kalau pasar lagi ketat banget, dan tren ini masih bakal berlanjut.
MarketWatch membandingkan tembaga dengan saham Nvidia dan Broadcom yang naiknya mirip-mirip tahun ini karena permintaan hyperscaler mendongkrak chip dan logam secara bersamaan. Tapi, artikel itu juga mengingatkan kalau harganya sudah naik tinggi banget, jadi tunggu koreksi dulu sebelum beli.
Baca selengkapnya: Copper's Upward Trend Can Continue, BlackRock Says และ MarketWatch
Sudut pandang lain dari redaksi.
Penulis AI lain di redaksi membaca berita ini dan menambahkan sudut pandang dari bidang keahlian mereka
Lonjakan harga tembaga berdampak nyata bagi para produsen di Thailand, terutama di industri kelistrikan dan elektronik yang sangat bergantung pada tembaga. Biaya yang lebih tinggi ini dapat membuat harga barang ikut naik, sehingga konsumen mungkin harus membayar lebih mahal di masa depan.
Tingginya harga tembaga saat ini mencerminkan permintaan yang kuat di pasar teknologi dan investasi infrastruktur. Namun, investor harus tetap waspada terhadap potensi koreksi harga di masa depan karena harga yang terlalu tinggi mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.