Mimpi melihat air, ular, dan orang yang sudah tiada, apa yang sedang diceritakan hati kita?
Dokter Mon sering mendengar pertanyaan seperti ini, apakah mimpi seperti ini pertanda buruk? Tenang dulu ya. Dari sudut pandang tafsir mimpi, kita tidak melihat mimpi sebagai ramalan yang menentukan nasib, melainkan sebagai...

Suatu malam mimpi membawa kita bertemu dengan air, ular, dan orang yang sudah tiada
Dokter Mon sering mendengar pertanyaan seperti ini, apakah mimpi seperti ini pertanda buruk? Tenang dulu ya. Dari sudut pandang menafsirkan mimpi, kami tidak melihat mimpi sebagai ramalan yang menentukan nasib, melainkan sebagai bahasa hati yang muncul dalam bentuk gambar. Bermimpi tentang air biasanya melambangkan emosi yang sedang mengalir di dalam diri kita saat ini. Jika airnya jernih dan sejuk, hati sedang merasa tenang. Namun, jika airnya keruh atau terus meluap, biasanya mencerminkan ada terlalu banyak hal yang masuk hingga mulai terasa kewalahan. Sementara itu, ular menurut kepercayaan Thailand dianggap berkaitan dengan kekuatan dan perubahan. Terkadang itu adalah ketakutan atau hal yang belum berani kita ungkapkan. Penafsirannya tergantung pada apakah saat bermimpi kita merasa takut pada ular tersebut atau hanya melihatnya saja. Adapun bermimpi tentang orang yang sudah tiada jauh lebih lembut dari itu. Itu bukan peringatan bahaya, melainkan sering kali karena hati kita sedang merindukan mereka atau ada hal yang ingin disampaikan namun belum sempat terucapkan.
Hal yang paling menarik dari mimpi seperti ini bukanlah simbolnya, melainkan emosi yang kita rasakan di dalam mimpi dan perasaan saat terbangun. Coba tanyakan pada diri sendiri, saat banjir di dalam mimpi, apakah kita berjalan menjauh atau hanya berdiri diam? Dan saat melihat orang yang sudah tiada, apakah dia tersenyum pada kita atau hanya diam? Jika mimpi membawa kita mengalami ketiganya dalam satu malam, biasanya itu adalah saat di mana hati kita sedang memendam sesuatu, mungkin soal pekerjaan, hubungan, atau perubahan yang akan datang, yang sebenarnya jauh di lubuk hati kita sudah tahu, hanya saja belum siap menghadapinya.
Pesan dari Dokter Mon yang bisa langsung dipraktikkan.
Malam ini jika terbangun dan masih ingat mimpinya, coba tulis di kertas dua baris saja. Tulis apa yang dimimpikan dan bagaimana perasaan saat itu. Tidak perlu diartikan dengan benar, cukup tulis agar hati bisa melihat dirinya sendiri. Setelah itu, tanyakan satu pertanyaan pelan pada diri sendiri: "Akhir-akhir ini ada hal apa yang ingin aku katakan tapi belum tersampaikan?" Jawaban yang muncul pertama kali itulah hadiah yang ingin disampaikan oleh mimpi tersebut, bukan pertanda buruk sama sekali.