Sebelum pergi kencan: 3 pertanyaan yang harus dijawab dengan jelas sebelum mencoba memahami isi hati orang lain
Pertanyaan yang paling sering ditanyakan pasien sebelum pergi kencan bukanlah "harus bahas apa ya", melainkan "kalau tiba-tiba hening harus gimana". Padahal sebenarnya ini bukan masalah percakapan, melainkan rasa...
Pertanyaan yang paling sering ditanyakan pasien sebelum pergi kencan bukanlah "harus bahas apa ya", melainkan "kalau tiba-tiba hening harus gimana". Padahal sebenarnya ini bukan masalah percakapan, melainkan kekhawatiran bahwa kita Tidak cukup Di mata orang lain, kekhawatiran ini tidak bisa diatasi dengan menyiapkan kalimat-kalimat manis, tapi bisa diatasi dengan mengenal diri sendiri lebih baik.
Sebagai coach, saya ingin mengajak untuk mulai dari sisi kita dulu, karena satu-satunya hal yang benar-benar bisa kita kendalikan adalah persiapan kita sendiri, bukan perasaan orang lain.
1. "Apa yang aku inginkan kali ini"
Pertanyaan ini sangat berbeda dengan "ingin dia suka padaku atau tidak". Coba jawab dengan jujur pada diri sendiri, tidak perlu jawaban yang terdengar bagus:
- Ingin mengenal orang ini lebih jauh, atau hanya ingin punya teman ngobrol untuk mengusir sepi
- Ingin mencoba membuka hati, atau ingin ada seseorang yang bertanggung jawab atas perasaan kita
- Ingin pergi menghabiskan waktu yang menyenangkan untuk satu kali makan, lalu pulang dan menceritakannya pada teman
Tidak ada jawaban yang salah, tapi jawaban yang jelas membuat kita tidak perlu menebak-nebak isi hati orang seharian, dan tidak menggunakan "jumlah pesan yang dibalas" untuk menilai harga diri sendiri.
2. Di mana batasan saya?
Batasan bukanlah tembok, melainkan garis yang menunjukkan siapa diri kita. Cobalah untuk menetapkannya sebelum keluar, bukan saat sedang merasa tidak enak di tengah situasi:
- Soal waktu, jam berapa bisa pulang tanpa harus minta izin siapa pun.
- Soal uang, berapa banyak yang bisa dibayar tanpa merasa terbebani.
- Soal kecepatan, hal apa yang belum siap diceritakan, hal apa yang belum siap untuk dilanjutkan.
- Soal komunikasi, bolehkah membalas pesan dengan lambat tanpa harus minta maaf?
Orang yang bisa menghargai batasan kita adalah informasi terpenting tentang dirinya, dan kita hanya bisa melihatnya jika kita berani menyuarakannya secara nyata.
3. Jika tidak sesuai harapan, bagaimana cara saya menjaga diri sendiri?
Menyiapkan rencana ini sebelumnya akan sangat membantu mengurangi tekanan. Jika dia bicara lebih sedikit dari yang dikira, jika dia tidak membalas pesan di hari yang diharapkan, jika dia bilang hanya ingin berteman.
Rencana yang baik tidak perlu muluk-muluk: menelepon teman sekali, menulis satu halaman catatan, pergi jalan-jalan sekali, lalu beralih melakukan hal lain daripada membaca ulang chat berkali-kali. Pertanyaan yang harus diajukan adalah "bagaimana cara saya menenangkan diri" bukan "apa kesalahan saya".
Soal keamanan, bukanlah hal yang perlu sungkan.
Jika belum kenal cukup baik: buat janji di tempat umum yang ramai, beri tahu teman atau keluarga ke mana dan dengan siapa kamu pergi, pergi dan pulang sendiri menggunakan kendaraan pribadi atau layanan transportasi, dan pastikan kamu bisa pergi kapan saja tanpa perlu alasan. Siapa pun yang marah karena kamu punya batasan keamanan, itulah jawaban untuk hubungan ini.
Langkah kecil yang bisa dilakukan minggu ini
- Tulis jawaban dari 3 pertanyaan ini di kertas, tidak perlu diperlihatkan kepada siapa pun
- Sampaikan satu batasan dengan jelas dalam percakapan berikutnya, contohnya "Malam ini aku harus pulang sebelum jam sepuluh ya"
Kencan yang baik bukan tentang menunjukkan versi terbaik diri, tapi membawa diri ke tempat di mana kita tidak perlu berpura-pura. Jika suatu hari merasa harus tegang sepanjang waktu, mungkin bukan karena kita tidak hebat, tapi karena kita sedang mencoba menjadi orang lain. Mulai dari poin 1 dan sesuaikan perlahan bersama-sama.